(RUSIA) Transportasi : Metro, Marshrutka, Tramvai, Bus, Kereta dan JALAN KAKI!

Berkunjung ke Rusia, berarti udah siap naik angkutan umum dan jalan kaki kemanapun, seperti di judul tulisan ini. Aslinya di Indonesia saya nggak pernah jalan kaki jauh-jauh, kemana-mana minimal ngangkot alias naik angkot, seringnya naik taksi karena lebih nyaman apalagi kalau penyakit males lagi kumat. Tapi di Rusia, saya harus memaksa kaki ini berjuang jalan jauh sampai-sampai di hari pertama kaki saya udah kaku nyeri plus lecet. Mungkin kalau liat foto-foto saya, bakalan ada yang bilang "Salah sendiri udah tau mau traveling malah pakai sepatu wedges, sekalian aja stiletto!", duh gimana ya ngejelasinnya, saya udah kebiasaan kemana-mana pakai wedges terutama yang karet (you know lah ceu, Crocs ala-ala hahaha), selain mereka nyaman dan empuk, mereka juga tahan banting menghadapi si pengguna yang punya kaki ganas. Saya terbiasa jalan cepat, lari bahkan lompat naik dan turun peron di stasiun kereta waktu jaman masih kerja di pusat ibu kota. Giliran pakai sepatu flat atau sneakers, cara jalan saya malah canggung dan cenderung berjinjit nggak nyaman hehehe.
Eh lagian ya pemirsa, di Rusia itu kaum perempuannya terkenal modis dan keliatannya berprinsip rela sakit demi cantik, karena sejauh mata memandang banyak perempuan terutama yang muda-muda, jalan kaki ke sana sini pakai sepatu hak tinggi yang hampir model runcing padahal banyak jalur pejalan kaki di sana yang terbuat dari con block, kebayang nggak sih kalau tiba-tiba ujung hak sepatunya nyangkut di sela-sela con block?

Di Rusia sepertinya memang penduduknya sangat akrab dengan aktivitas jalan kaki, baik tua atau muda. Jalan kaki bukan berarti nggak mampu punya kendaraan (yah sebagian iya juga sih mungkin hahaha) tapi karena angkutan publik di sini pun udah memadai dan menurut beberapa orang, macetnya jalanan di Rusia itu bisa bikin kapok bawa mobil sendiri, waahh berarti emang penduduk Jakarta tangguh ya, sabar gitu bergulat sama macet saban hari, hihihi. Berbagai pilihan angkutan publik di sini tersedia mulai dari метро / metro (kereta bawah tanah), автобус / avtobus (bus kota), трамвай / tramvai (trem), маршрутка / marshrutka (semacam angkot tapi agak besar sedikit) dan juga такси / taksi. Tapi jangan harap bisa naik taksi seenaknya seperti di Indonesia, taksi di Rusia MAHAL. Saya ulang pemirsa, M-A-H-A-L dan kalau nggak paham jalan ya selamat aja deh, bakalan diputer-puter. Taksi di sana juga jarang yang pakai argo, kebanyakan "borongan". Kalau nggak bisa bahasa Rusia, siap-siap dapet harga tembakan yang menguras kantong.

However, jangan kuatir, walaupun kemana-mana harus jalan kaki, kondisi jalur pejalan kaki di sana lebar-lebar dan cukup nyaman jadi nggak perlu takut kesundul mobil atau motor seperti di Indonesia hehehe. Oh iya, di sana juga motor jarang banget. Kalaupun ada sepeda motor, modelnya yang motor besar atau motor balap, bukan yang kaya motor bebek apalagi matic. Keren pisan lah Ceu biker di sini. Kecepatannya juga nggak main-main karena kondisi jalanan yang sering lengang (di beberapa tempat ya, kalau di pusat kota mah kadang-kadang aja lengang), kecuali di pusat kota Moskow yang konon sering macet tapi selama saya berkeliling di sana sih belum pernah sama sekali lihat macet di jalanan mungkin karena saya datang saat waktu liburan Victory Day kali ya. Jalanan emang lumayan ramai saat jam pulang kerja, pasti. Tapi bukan berarti macet *iri*.
Suasana di jalanan Moskow
Bagi para pejalan kaki yang mau menyeberang juga tidak perlu menyabung nyawa seperti kalau kita menyeberang di kebanyakan jalanan Indonesia. Para pejalan kaki dengan tertib menyeberang di zebra-cross yang di setiap ujungnya berdiri timer yang di beberapa tempat jadi pengganti lampu lalu lintas yang merah kuning hijau itu. Menurut saya sih pengendara di Moskow cukup disiplin terhadap peraturan, kecuali dalam soal kecepatan berkendara, mereka bisa gila-gilaan dalam memacu kendaraannya di saat jalanan tidak terlalu ramai tapi untungnya tetap berhenti tepat waktu saat lampu tanda boleh menyeberang menyala hijau.

Berbeda dengan Saint Petersburg, entah kenapa saya merasa lebih nyaman berjalan kaki di kota ini, mungkin karena trotoar lebih lapang dan kalau mau menyeberang kita bisa menggunakan jalur bawah tanah yang di beberapa tempat juga menghubungkan kita dengan stasiun metro. Jadi kita nggak perlu lari terburu-buru. Perlu diperhatikan, walaupun jalanan kosong kita sebaiknya tetap memperhatikan lampu tanda bagi penyeberang kalau nggak mau celaka karena bisa aja jalanan kosong dan kita lari cepat-cepat sebelum ada kendaraan melintas tapi di kendaraan bisa lewat kapan aja dan kalau terjadi apa-apa, kita tetap ada di posisi yang bersalah. Bagaimanapun, kalau ada jalanan tanpa lampu lalu lintas (biasanya di jalan-jalan kecil), kita bisa melambaikan tangan ke arah kendaraan yang sedang melintas dan pasti dikasih lewat asalkan kita nggak nyeberang mendadak yaa.

Sedangkan saat di Volgograd, kondisi jalan agak sedikit lebih aneh karena banyak sekali jalanan yang tanpa lampu tanda menyeberang dan kendaraan di sana rata-rata dipacu dengan kecepatan tinggi, jadi kita harus benar-benar waspada seperti layaknya menyeberang di Jakarta. Pernah suatu ketika saat маршрутка (marshrutka, sejenis angkot) yang saya tumpangi melintas, di sisi lain jalan ada seorang nenek hampir di tengah jalan yang kelihatan kebingungan dan akhirnya mengakibatkan beberapa kendaraan berhenti. Herannya mereka cuma mengklakson tanpa ada yang turun dari mobil untuk membantu si nenek, ckckck yah mungkin emang udah biasa ya di sana kaya gitu hehehe #sotoykronis.

***

Kurang greget rasanya kalau jalan-jalan ke suatu negara tapi cuma mengandalkan taksi atau mobil sewaan sebagai alat transportasinya, cobalah untuk selalu naik angkutan umum kecuali kalau sedang terburu-buru atau urgensi lainnya, selain akan menghemat biaya transportasi, kita juga jadi mengetahui kehidupan sehari-hari masyarakat di daerah tersebut. Kalau di Rusia, terutama di Moskow dan Saint Petersburg, angkutan umum yang paling praktis dan enak emang cuma naik metro, selain murah, cakupan daerahnya juga luas sehingga kita tidak perlu nyasar nggak karuan di jalanan yang asing. Kalaupun nyasar di dalam stasiun metro sih oke lah, kan sambil menikmati arsitektur stasiun metro Rusia yang terkenal megah dan indah.
Stasiun Metro di Moskow
Stasiun Metro di Saint Petersburg
Penumpang di Dalam Metro
Di Moskow, sistem tiket menggunakan kartu, ada beberapa pilihan seperti kartu harian yang bisa beberapa kali pakai atau yang hanya sekali pakai. Ada juga yang mingguan dan bulanan dan banyak pilihan lain sesuai dengan kebutuhan penumpang. Untuk jelasnya, bisa langsung mengunjungi situs resmi metro Moskow di http://engl.mosmetro.ru/pages/page_0.php?id_page=8, tenang..dalam bahasa Inggris kok itu, hehehe dan bisa download peta metro yang terbaru juga dalam bentuk PDF.
Tiket Metro Harian untuk kota Moskow
Loket Tiket Metro
Sedangkan untuk di Saint Petersburg, tiketnya menggunakan koin yang harus dimasukkan ke electronic gate saat akan memasuki peron. Untuk berkeliling menggunakan metro di kota Moskow sendiri emang lumayan tricky karena petunjuk yang ada hanya menggunakan aksara Rusia, yaitu Cyrillic, yang pastinya tidak semua orang asing bisa membacanya.
Contoh papan pembagian line metro di Moskow
Papan Penunjuk Arah di stasiun metro kota Moskow (1)
Papan Penunjuk Arah di stasiun metro kota Moskow (2)
Suasana di stasiun metro Moskow
Jadi bukan tricky doang sih ya, emang dasarnya susah untuk orang asing, hehehe. Kalau mau menjelajah sendiri, lebih baik mulai sekarang belajar baca Cyrillic ya supaya bisa enjoy, hehehe. Nah in case kamu udah mau melambai ke kamera saking pusingnya muter-muter di stasiun metro dan mau keluar stasiun aja untuk cari taksi atau angkutan lain (bus mungkin?), langsung aja cari papan penunjuk kaya di bawah ini, perhatikan baris paling atas ya "Выход в гopод", yang dibaca "vykhod ve gorod" itu artinya keluar (menuju) ke kota lalu baris kedua dan ketiga adalah nama tempat atau jalan yang akan dituju jika berjalan ke arah tersebut:
Выход в гopод
Supaya nggak pusing, bisa simpan peta stasiun metro di kota Saint Petersburg dan Moskow ini di ponsel untuk panduan saat menjelajah kota Moskow dengan menggunakan metro :
Peta Stasiun Metro di Kota Saint Petersburg
Klik gambar untuk memperbesar
Peta Stasiun Metro di Kota Moskow
Klik gambar untuk memperbesar
***

Selain metro, di Rusia juga terdapat angkutan umum bernama трамвай (tramvai) atau seperti yang kita kenal sebagai tram / trem yang pernah dimiliki kota Jakarta di jaman penjajahan Belanda (eh lama amat ya :p jadi Jakarta itu kemunduran apa kemajuan nih? Hehehe). Tramvai ini sebenarnya mirip dengan bus tapi berjalan di atas rangkaian rel dan berhenti di halte. Saya mencicipi naik tramvai di kota Volgograd, suasana di dalamnya persis seperti di bus kota pada umumnya dan kecepatannya tidak seperti metro pastinya, bahkan menurut saya sih agak lambat dibanding marshrutka (YA IYALAH, masrhrutka dilawan hahaha).
Tramvai yang sedang beroperasi di Volgograd
Suasana di dalam tramvai
Tramvai yang sedang berhenti di stasiun metro Ploshad' Lenina
di Volgograd
(Kiri) Tiket tramvai di Volgograd seharga 15 rubel
(Kanan) Tiket bus di St. Petersburg seharga 28 rubel
Selain metro, tramvai dan bus? Tenaaang..ada kereta untuk jarak jauh, kereta express Sapsan untuk rute Moskow-Saint Petersburg (dan sebaliknya), marshrutka (informasinya agak berceceran di postingan saya yang lain nih kalau soal marshrutka hehe) dan juga pesawat pastinya untuk ke kota yang lumayan jauh dan terlalu lama kalau naik kereta. Untuk pesawat sendiri, pilihannya yang umum ada tiga yang melayani penerbangan seantero Rusia yaitu S7 Siberia AirlinesTransaero, dan Aeroflot. Kalau saya lihat sih, Aeroflot biasanya punya harga terendah dibanding dua maskapai lainnya, tapi kalau mau memantau pergerakan harga S7, bisa juga dapat harga yang oke karena maskapai tersebut sering memberikan promo harga.

Jadi, kira-kira kamu mau naik apa kalau di Rusia? :D

Selamat traveling! :)

Share this:

, , , , ,

CONVERSATION

3 comments:

  1. naik Marshrutka aja mbak lebih enak walau tatapan mata penumpang lain nya itu loh pad atajam hehehe

    ReplyDelete
  2. naik Marshrutka aja mbak lebih enak walau tatapan mata penumpang lain nya itu loh pad atajam hehehe

    ReplyDelete
  3. Waktu naik metronya byk naik turun tangga ga mbak? Tinggi2 kaya di paris/korea/jepang ga?

    ReplyDelete